Friday, August 19, 2022
Home > Health > Mengenal Clindamycin: Pengertian, Dosis, dan Efek Sampingnya

Mengenal Clindamycin: Pengertian, Dosis, dan Efek Sampingnya

Mengenal Clindamycin: Pengertian, Dosis, dan Efek Sampingnya

Salah satu penyebab mayoritas penyakit pada manusia adalah bakteri. Apabila jumlahnya sudah terlalu banyak, maka risiko terjadi infeksi akan sangat besar. Salah satu obat untuk menekan perkembangannya adalah clindamycin. Meskipun dijual bebas di beberapa apotek terdekat, namun penggunaannya tetap harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan.

Seperti kita ketahui, bakteri bisa berada di mana-mana sehingga sangat penting untuk menjaga kesehatan bagi setiap individu. Tidak hanya terdapat pada makanan, berbagai benda sehari-hari pun sangat berpotensi terkontaminasi oleh bakteri seperti gadget, gagang pintu, peralatan makan, tempat tidur, pakaian, perkakas dapur, dan lain-lain. Lalu, apakah obat tersebut benar-benar efektif? Silakan simak pembahasan berikut.

Sekilas Tentang Clindamycin

Obat yang juga kerap disebut klindamisin ini merupakan salah satu obat guna mengobati berbagai masalah terkait infeksi bakteri. Infeksi tersebut meliputi organ kulit, paru-paru, darah, serta berbagai organ dalam. Cara kerjanya adalah menghambat serta menghentikan pertumbuhan bakteri sehingga beberapa gejala bisa diminimalkan. Karena khusus infeksi bakteri, klindamisin tidak dapat digunakan mengobati penyakit akibat virus seperti flu.

Tentang Dosis Pemakaian

Terlepas dari apapun jenisnya, setiap obat harus dikonsumsi dengan dosis tepat sesuai anjuran dokter. Apabila terlalu berlebihan maka akan berisiko mengalami komplikasi. Lalu, bagaimana dengan dosis klindamisin?

Sebenarnya dosis sangat tergantung dengan kondisi masing-masing seperti riwayat penyakit, usia, serta jenis bakterinya. Akan tetapi, secara umum biasanya dokter akan memberikan dosis 150-300 mg untuk dewasa serta 3-6 mg bagi anak-anak. Dalam kasus infeksi berat, dosis dapat sedikit ditingkatkan sesuai saran dari dokter.

Perbedaan dosis juga tergantung dari masalah infeksi yang dihadapi. Sebagai contoh, penggunaan pada masalah infeksi saluran pernapasan akan berbeda dengan kasus lain seperti infeksi sendi, infeksi kulit, Profilaksis endokarditis bakterial, dan sebagainya.

Dosis untuk Mengatasi Jerawat

Selain mengatasi berbagai macam infeksi bakteri, obat ini juga dapat digunakan mengobati masalah jerawat. Cara mengaplikasikannya cukup mudah. Pertama, oleskan pada area yang berjerawat. Kemudian, lakukan hal tersebut di jam sama setiap hari. Terakhir, jangan berhenti walaupun kulit sudah terlihat membaik. Akan lebih baik jika pengolesan obat tetap dilakukan sampai habis.

Efek Samping yang Ditimbulkan

Setelah mengonsumsi, biasanya akan timbul beberapa efek samping. Beberapa contohnya antara lain muntah, nyeri ketika menelan, maag, muncul bercak putih pada mulut, nyeri sendi, rasa tidak enak di mulut, mual, dan muncul sensasi terbakar pada bagian vagina. Apabila efek samping segera mereda, maka segera konsultasikan dengan dokter terdekat.

Itulah tadi beberapa hal penting yang perlu diketahui seputar clindamycin. Meskipun dapat membantu mengurangi infeksi, namun akan lebih baik jika setiap individu selalu menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari masalah tersebut.