Sunday, July 23, 2017
Home > Others > Membeli Rumah dengan KPR

Membeli Rumah dengan KPR

Harga properti semakin tahun semakin melambung tinggi. Tak semua orang memiliki dana yang cukup untuk membelinya secara tunai sehingga alternatif lain yang bisa ditempuh adalah membelinya dengan cara KPR. KPR merupakan kepanjangan dari Kredit Kepemilikan Rumah. Seperti namanya, sistem ini memungkinkan seseorang untuk memiliki rumah dengan cara kredit. KPR biasanya dilakukan melalui bank. Memang dengan sistem ini, pembeli rumah tidak bisa memiliki langsung sertifikat rumah setelah menyelesaikan uang muka karena sertifikat masih akan ditahan oleh pihak bank. Baru ketika semua cicilan sudah dibayarkan sesuai dengan jatuh tempo yang disepakati bersama, bank akan memberikan sertifikat rumah tersebut sehingga pembeli akan secara resmi memilikinya. Nah, apakah Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sistem KPR ini? Berikut penjelasannya.

Rumah yang Akan di-KPR-kan Harus Memenuhi Syarat Tertentu

Tidak semua rumah bisa dibeli dengan cara KPR. Rumah yang akan dibeli dengan cara KPR pada umumnya harus memenuhi syarat-syarat tertentu yang diajukan oleh bank. Salah satu syarat utamanya adalah rumah tersebut harus memiliki Ijin Mendirikan Bangunan. Syarat ini hampir ada pada setiap bank. Walaupun rumah yang ingin Anda beli bagus dan harganya sesuai dengan kantong, tapi jika rumah tersebut belum ber-IMB maka bank biasanya akan menolaknya.

Selain IMB, syarat lainnya adalah lingkungan sekitar rumah tersebut misalnya jalan yang ada di depannya. Pada umumnya bank hanya mau menerima KPR rumah yang memiliki lebar jalan minimal 5 meter atau 2 mobil bisa lewat secara bersimpangan. Jika lebar jalannya hanya 3-4 meter saja yang mana hanya bisa dilewati oleh 1 mobil, maka kemungkinan besar bank akan menolaknya. Untuk tahu lebih lanjut mengenai syarat ini, Anda bisa menghubungi pihak bak dan berkonsultasi di sana.

Membeli Rumah dengan KPR

Sistem KPR Antara Bank yang Satu dengan Lainnya Tidak Sama

Masing-masing bank menawarkan sistem KPR yang berbeda. Oleh sebab itu, Anda harus cermat sebelum memutuskannya. Perbedaannya biasanya terletak pada batas maksimal jangka waktunya, ada yang menawarkan hanya sampai 15 tahun dan ada juga yang 20 tahun. Selain itu, sistem jual-beli juga berbeda. ada bank yang menyerahkan urusan notaris sepenuhnya ke pembeli atau kita sebagai nasabah, dan ada pula bank yang sudah bekerja sama dengan notaris sehingga membuat proses jual beli menjadi lebih praktis. Biasanya, Anda juga akan dikenai biaya tambahan administrasi untuk hal tersebut. begitu pula dengan uang muka. Pada umumnya, uang muka jika membeli rumah dengan KPR adalah 20 persen dari harga rumah, tetapi ada pula bank yang menggunakan pertimbangan lain seperti kemampuan finansial nasabah sehingga tidak tentu harus 20 persen.

Pada Umumnya, Bank Hanya Mau Menerima Pengajuan KPR Rumah dengan Sertifikat Kepemilikan Tertentu

Sertifikat kepemilikan rumah ada beberapa macam, yakni Girik, Petok D, Hak Guna Bangunan, dan Surat Hak Milik. Sejauh ini, SHM merupakan sertifikat kepemilikan tertinggi. Untuk bisa membeli rumah dengan KPR, Anda harus memastikan bahwa rumah tersebut minimal memiliki sertifikat HGB karena jika masih Petok D atau Girik, bank akan menolak pengajuan Anda. Hal ini dikarenakan rumah dengan sertifikat HGB maupun SHM lebih mudah laku terjual sehingga jika kemungkinan terjadi macet bayar cicilan ketika Anda sudah ber-KPR, maka bank juga lebih mudah menjual kembali rumah tersebut. jadi. Cek dulu pada developer atau penjual rumah second mengenai sertifikat rumah. Pada umumnya, jika Anda membeli rumah dari developer biasanya status sertifikatnya sudah HGB. Berbeda jika Anda membelinya secara langsung, bisa Petok D meskipun ada pula yang sudah SHM

Nah, memiliki rumah kini bukan lagi sekadar impian. Bagi Anda yang memiliki dana kurang pun, bisa mengajukan KPR dengan memenuhi persyaratan yang diajukan oleh bank. Selain itu, bagi Anda yang berdomisili di wilayah Jabodetabek, Anda juga bisa mencoba DBS Home Loan. Melalui sistem KPR ini, calon nasabah yang akan menjadi debitur dapat membeli rumah atau properti lainnya dengan cara kredit untuk jangka waktu hingga maksimal 20 tahun. Tak perlu khawatir dengan bunganya karena suku bunga yang ditawarkan cukup kompetitif.