Monday, October 25, 2021
Home > Health > Inilah 3 Jenis ASI Yang Wajib Bunda ketahui

Inilah 3 Jenis ASI Yang Wajib Bunda ketahui

Inilah 3 Jenis ASI Yang Wajib Bunda ketahui

ASI merupakan sebuah cairan yang diproduksi secara alami oleh tubuh wanita, yang memang memiliki banyak nutrisi sehingga sangat bagus untuk menunjang tumbuh kembangnya si kecil. Mungkin, sebagian besar dari kita beranggapan bahwa ASI itu hanya terdiri dari satu jenis saja bukan? Padahal, ASI itu terdiri dari 3 jenis dan memiliki keunggulan yang berbeda-beda lho. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai ketiga jenis ASI yang dimaksud, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini seperti yang dilansir dari kabar lampung hari ini terbaru.

  1. Kolostrum

Kolostrum ini merupakan cairan ASI yang pertama kali keluar dari kelenjar payudara. Pada umumnya, cairan tersebut akan keluar ketika hari pertama hingga hari keempat setelah melahirkan, dan setelahnya tidak akan keluar lagi. Dari segi warnanya kolostrum ini memang sangat berbeda dengan cairan ASI pada umumnya. Ya, kolostrum memiliki warna kuning keemasan dengan tekstur yang lebih kental. Menurut informasi yang di dapat, warna kuning pada kolostrum ini berasal dari beta karoten yang terkandung di dalamnya.

Berdasarkan dari hasil penelitian, yang menyebutkan bahwa kolostrum adalah cairan ASI yang paling bagus karena memiliki banyak nutrisi seperti protein, vitamin, mineral, dan immunoglobulin yang berperan sebagai pelindung bayi dari serangan virus serta bakteri. Dengan begitu, si kecil pun tidak akan mudah terserang oleh berbagai jenis penyakit. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, kolostrum memiliki antibody yang berguna untuk membersihkan tinta janin yang pertama.

  1. ASI Transisi

Setelah kolostrum, maka akan ada jenis ASI transisi yang keluar dari kelenjar payudara bunda. Sangat berbeda dengan kolostrum tadi, dimana ASI transisi memiliki kandungan lemak yang lebih banyak, laktosa, vitamin, dan kalori yang cukup tinggi. Pada umumnya, ASI transisi akan keluar sekitar 2 minggu pasca melahirkan. Dari segi warnanya, jenis ASI transisi memiliki warna putih dengan kuantitas yang meningkat drastis.

ASI transisi kaya akan kandungan laktosa sehingga dapat meredakan rasa haus dan lapar pada bayi, serta dapat memberikan energy pada bayi. Ketika bunda mengalami transisi ASI, biasanya payudara bunda akan terasa lebih kencang bahkan hingga terasa sakit yang cukup menyiksa. Nah, untuk mengatasi masalah tersebut, bunda bisa mensiasatinya dengan cara menyusui bayi secara teratur.

  1. ASI Matur

Jenis ASI terakhir yang harus bunda ketahui, yakni bernama ASI matur. Berbeda halnya dengan jenis ASI transisi, dimana ASI matur ini mempunyai tekstur yang lebih cair lho. Mengapa demikian? Pasalnya, hal itu dikarenakan 90% kandungannya terdiri dari air, sedangkan 10% terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak yang memang menjadi sumber energy untuk bayi.

Disamping itu, jenis ASI matur juga terbagi lagi kedalam dua tipe, yakni foremik dan hindmik. Lantas, seperti apakah perbedaanya? Foremik in merupakan ASI yang keluar di awal sesi menyusui, sedangkan hindmik adalah ASI yang keluar di akhir sesi menyusui (saat payudara hampir kosong). Kandungan pada foremik terdiri dari air, vitamin, dan protein, sementara hindmik yang memiliki kandungan lemak saja.

ASi matur ini akan berlangsung lebih lama lagi, yang pada umumnya hingga ibu menyapih anak. Seiring dengan berjalannya waktu, kandungan pada ASI matur akan berubah sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Itu sebabnya, bunda harus mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) guna mencukupi kebutuhan nutrisinya.