Sunday, July 5, 2020
Home > Health > Berbahayakah Kesemutan? Kenali Beberapa Penyebabnya Pada Tubuh

Berbahayakah Kesemutan? Kenali Beberapa Penyebabnya Pada Tubuh

Kesemutan

Hampir semua orang mungkin pernah mengalami kesemutan, terutama bagi orang yang usai duduk bersila atau menekuk kaki terlalu lama, atau orang-orang yang menahan berat di tangannya dalam waktu tertentu. Kondisi ini akan cepat berlalu ketika tubuh sudah kembali rileks, karena peredaran darah kembali lancar, dan saraf tidak lagi tertekan. Meskipun begitu, ada juga kesemutan yang cukup parah hingga otot benar-benar lumpuh dan harus segera ditangani. Lalu, apakah kesemutan ini sebenarnya berbahaya bagi tubuh?

Hal-Hal yang Menyebabkan Kesemutan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa ada banyak penyebab kesemutan, dari yang ringan sampai berat. Menurut National Healt Service UK, beberapa penyebab sehingga tubuh merasa kebas sampai kesemutan, antara lain adalah karena gigitan serangga atau hewan tertentu. Bisa juga karena konsumsi makanan laut yang beracun, sehingga memengaruhi kondisi sistem tubuh.

Bahkan, jika Anda kurang mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B-12, kalsium, kalium, dan natrium, tubuh pun akan mengalami kesemutan. Beberapa makanan yang sebaiknya dikonsumsi ketika kekurangan vitamin B-12 antara lain adalah daging, telur, yogurt, susu, oatmel, dan hati. Makanan tersebut juga tinggi protein yang baik untuk tubuh.

Rasa kesemutan juga bisa karena kamu terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Mungkin sekali atau dua kali minum alkohol tidak menjadi masalah, tetapi jika sudah kecanduan, saraf di dalam tubuh akan rusak perlahan. Sebab, Anda akan mengalami defisiensi tiamin serta vitamin yang seharusnya penting untuk semua sistem tubuh. Oleh sebab itu, apabila sudah mengalami kesemutan, ada baiknya mulai mengurangi konsumsi alkohol untuk berjaga-jaga supaya penyakit tidak semakin parah.

Jenis pengobatan seperti terapi radiasi juga dapat menyebabkan tubuh mengalami kesemutan. Apalagi jika Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu secara rutin, dan sedang menjalani kemoterapi.

Selain dari hal-hal tersebut, terkadang cedera yang mengakibatkan saraf terluka pada leher, atau pun cakram yang sedang menderita hernia tulang belakang juga bisa merasakan kesemutan. Bahkan, ketika Anda mengalami kerusakan kulit karena masalah seperti radang atau ruam, juga bisa saja menjadi penyebab kerusakan. Contohnya ketika kulit terkena herpes zoster atau mengalami radang dingin yang membuat saraf-saraf mati rasa.

Penyakit Kronis yang Ditandai dengan Kesemutan

Apabila Anda memiliki penyakit kronis, gejala kesemutan yang terjadi bisa sangat mengganggu karena sifatnya cukup berat.

Beberapa penyakit yang ditandai oleh kesemutan antara lain adalah diabetes, migrain, sakit saraf, hingga fenomena Raynaud (kondisi di mana area tubuh tertentu sangat sensitif terhadap dingin, misalnya pada jari tangan atau kaki). Selain itu, penyakit stroke atau stroke ringan juga bisa mengalami kesemutan. Kondisi tubuh yang kejang juga dapat kesemutan, dan ketika terjadi pengerasan pada pembuluh darah, rasa kesemutan bisa cukup hebat.

Untuk mengatasi kesemutan, masih belum ditemukan obatnya, sehingga ketika hal itu terjadi Anda hanya harus membiarkannya menghilang sendiri. Namun, jika kondisinya parah, ada baiknya meminta bantuan dokter atau ahli medis untuk membantu meredakan dengan beberapa perawatan.