Monday, May 20, 2019
Home > Health > Apa Sih Yang Dimaksud Dengan Plasenta Previa? Ini Dia Penjelasannya

Apa Sih Yang Dimaksud Dengan Plasenta Previa? Ini Dia Penjelasannya

Plasenta Previa

Mungkin sebagian besar dari kita masih merasa asing dengan sebuah istilah yang bernama Plasenta Previa. Ya, perlu kalian ketahui, plasenta previa merupakan kondisi dimana ari-ari yang berada di bagian bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Tak hanya itu, plasenta previa juga bisa menyebabkan pendarahan hebat, baik sebelum atau saat proses persalinan.

Plasenta itu sendiri merupakan organ yang terbentuk pada rahim, yang berfungsi untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu kepada janin dalam kandungan, serta membuang limbah dari janin. Pada normalnya, plasenta memang berada di bagian bawah rahim pada awal masa kehamilan. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan perkembangan rahim, maka plasenta tersebut akan berpindah posisi ke bagian atas. Dalam kasus plasenta previa, posisi plasenta tidak bergerak dari bawah rahim sampai mendekati waktu melahirkan.

Gejala Plasenta Previa Yang Harus Anda Ketahui

Gejala utama dari kondisi plasenta previa ini adalah pendarahan dari vagina yang terjadi pada akhir trimester kedua, atau di awal trimester ketiga kehamilan. Volume darah yang keluarnya itu bisa banyak atau sedikit, yang akan berulang dalam beberapa hari. Pendarahan tersebut juga bisa muncul setelah berhubungan intim, yang disertai dengan kontraksi atau keram pada perut. Apabila muncul flek atau pendarahan saat kehamilan, sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter kandungan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab dan Faktor Yang Beresiko Plasenta Previa

Hingga sampai saat ini, belum ada kepastian mengenai penyebab dari munculnya plasenta previa. Namun berdarsarkan dari hasil penelitian, kasus plasenta previa tersebut bisa disebabkan karena beberapa faktor seperti di bawah ini :

– Merokok saat hamil atau menggunakan kokain, serta minuman beralkohol.

– Berusia 35 tahun atau lebih.

– Mempunyai bentuk rahim yang tidak normal.

– Kehamilan sebelumnya pernah mengalami plasenta previa.

– Posisi janin yang tidak normal, misalkan melintang atau sungsang.

– Hamil bayi kembar.

– Pernah mengalami keguguran.

– Pernah menjalani operasi pada rahim seperti kuret, pengangkatan miom, dan operasi Caesar.

Diagnosis Plasenta Previa

Dokter kandungan bisa mengira bahwa wanita hamil yang mengalami plasenta previa ini, jika terjad pendarahan di trimester kedua maupun trimester ketiga. Untuk mendapatkan kepastian, dakter akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan seperti di bawah ini:

  1. USG Transvaginal

Pada prosedur ini, biasanya akan dilakukan dengan memasukkan sebuah alat khusu kedalam vagina untuk memastikan kondisi vagina dan rahim. Pemeriksaan tersebut merupakan metode paling akurat dalam menentukan letak plasenta.

  1. USG Panggul

Tak berbeda jauh dengan prosedur USG transvaginal, dimana USG panggul ini juga membutuhkan sebuah alat untuk mendeteksi kondisi vagina dan rahim. Namun, alat pada prosedur ini hanya akan di tempelkan pada dinding perut.

  1. MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Pada prosedur pemeriksaan yang terakhir ini, biasanya akan dilakukan untuk membantu dokter dalam melihat posisi plasenta secara jelas.

Pada ibu hamil yang tidak mengalami pendarahan atau hanya pendarahan ringan, biasanya dokter kandungan akan menyarankan anda untuk melakukan perawatan sendiri seperti banyak berbaring, tidak melakukan kegiatan berat, dan menghindari hubungan intim.

Demikianlah ulasan singkat mengenai penjelasan tentang plasenta previa. Disamping itu, anda juga harus selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan selama masa kehamilan.