Thursday, September 21, 2017
Home > Lifestyle > 4 Gestur Tubuh yang Harus Dihindari Saat Interview Kerja

4 Gestur Tubuh yang Harus Dihindari Saat Interview Kerja

Anda sering ditolak setelah wawancara kerja? Atau sering gagal menembus tes seleksi wawancara kerja? Coba cek, mungkin gestur tubuh Anda yang membuat Anda gagal. Ternyata dalam tes interview kerja, tak hanya nilai akademik dan pengalaman saja yang menentukan seseorang lolos seleksi atau tidak. Gestur tubuh atau sikap tubuh ternyata memiliki peranan penting dalam penilaian wawancara kerja. Gestur tubuh serta komunikasi yang mengalir dengan baik diyakini bisa membuat seseorang dipertimbangkan untuk diterima kerja. Sikap tubuh tak hanya mencerminkan potensi seseorang, tapi juga dianggap mencerminkan nilai-nilai hidup orang tersebut. Jika Anda ingin diterima kerja, berikut ini 4 gestur tubuh yang harus Anda hindari ketika wawancara kerja.

  • Jabat tangan yang lemah

Jabat tangan merupakan salah satu bentuk komunikasi awal yang paling sering dilakukan ketika bertemu dengan orang lain. Tahukah Anda bahwa sikap jabat tangan ternyata bisa memengaruhi karier Anda? Jabat tangan mampu memberikan kesan tertentu bagi orang lain terutama calon atasan Anda. oleh sebab itu, jangan remehkan kekuatan jabat tangan saat interview kerja. Ketika Anda berjabat tangan, atur kekuatan jabat tangan agar tidak terlalu lemah tapi juga tidak terlalu kuat, namun cukup mencerminkan rasa percaya diri. Jabat tangan yang terlalu lemah bisa mencerminkan rasa kurang percaya diri yang Anda rasakan. Sedangkan jabat tangan yang terlalu kuat bisa dianggap tidak sopan dan bisa berpotensi menyakiti orang lain.

  • Terlalu banyak kontak mata

Di samping jabat tangan, gestur tubuh seperti kontak mata juga memengaruhi penilaian saat interview kerja. Bahkan menurut penelitian, terlalu banyak kontak mata saat sesi wawancara justru membuat seseorang gagal mendapatkan pekerjaan. Kontak mata saat berbicara dengan orang lain merupakan hal yang wajar dan bahkan dianjurkan sebagai salah satu bentuk kesopanan. Tapi, tidak demikian saat wawancara kerja. Kontak mata yang berlebihan justru membuat pewawancara merasa tidak nyaman bahkan merasa terintimidasi. Demikian pula ketika seseorang jarang melakukan kontak mata atau sama sekali tidak melakukan kontak mata ketika wawancara akan dinilai memiliki tingkat rasa percaya diri yang rendah. Akan lebih baik jika Anda melakukan kontak mata yang tidak berlebihan ketika sesi wawancara kerja.

  • Jarang tersenyum dan menyilangkan tangan

Senyuman tak hanya membuat wajah seseorang menyenangkan untuk dipandang tapi juga mencerminkan sikap seseorang yang mudah untuk diajak berkomunikasi. Oleh sebab itu, sikap tubuh tersenyum memiliki nilai yang penting saat bertatap muka dengan orang lain maupun saat interview kerja berlangsung. Dengan tersenyum, Anda memancarkan sikap yang positif dan bersahabat. Sedangkan sikap jarang tersenyum mencerminkan sikap yang kurang bersahabat bahkan dianggap sombong. Di samping senyum, sikap menyilangkan tangan juga bisa memengaruhi penilaian seseorang. Sikap ini merupakan bentuk sikap bertahan dan kaku sehingga membuat suasana wawancara kerja jadi kurang nyaman. Apalagi jika ditambah dengan sikap jarang tersenyum, bisa dipastikan Anda akan lebih sulit mendapatkan pekerjaan.

  • Memainkan rambut

Bagi para wanita yang masih sering memainkan rambut, sebaiknya Anda menghentikan kebiasaan ini jika ingin sukses saat interview kerja. Memainkan rambut biasanya dilakukan oleh wanita yang memiliki rambut panjang sebagai bentuk pengalihan rasa gugup atau canggung. Tapi, ternyata sikap ini justru mencerminkan bahwa Anda masih kekanak-kanakan atau kurang dewasa. Memainkan rambut juga mencerminkan bahwa Anda berada dalam situasi tidak formal. Tentu pemilik perusahaan tidak menghendaki seseorang yang tidak bisa membedakan antara suasana formal dan tidak formal bukan? Jika Anda ingin sukses dalam wawancara kerja, sebaiknya hindari gestur tubuh ini. Alih-alih memegang rambut, Anda bisa memegang pulpen atau buku catatan untuk mengurangi rasa gugup.